• Minggu, 24 Oktober 2021

Gennaro Gattuso, Si Badak Yang Selalu Bersemangat

- Rabu, 5 Agustus 2020 | 12:08 WIB
gennaro gattuso
gennaro gattuso

Gennaro Gattuso tak banyak pemain dunia saat ini yang punya karakter seperti dirinya, tangguh, kuat dan bersemangat, bahkan semangatnya itu mampu ia tularkan pada tim dan supporter di stadion.

BantenTribun- Tubuhnya tidaklah tinggi bagi kebanyakan pesepakbola Eropa, Pria 177 cm itu bahkan terkesan gempal dengan otot tubuhnya yang besar.

Kekuatan dan postur tubuh, seiring dengan perangainya dilapangan pertandingan, Geannaro Ivan Gattuso, adalah penghancur permainan lawan, dan perebut bola dengan cara apapun.

Bagi Milanisti, sosok Gennaro Gattuso alias si badak adalah pahlawan, pemberani, pemotong serangan sekaligus penyemangat permainan.

Hijrah dari Salernitana klub kecil di Region Campania, Salerno tahun 1999, Gattuso menjelma menjadi gelandang, ‘breaker AC Milan’ yang ditakuti lawan dan disegani kawan.

Duetnya bersama Andrea Pirlo menjadikan lini tengah Rossoneri tangguh bukan kepalang.

Pirlo yang ‘stylish’ lebih kalem namun berteknik tinggi khususnya pada umpan dan tendangan bebas, berpadu dengan fisik tangguh, penuh semangat dan pantang menyerah ala Gattuso.

Perpaduan keduanya seperti ‘jodoh’ saling mengerti dan  mengisi satu sama lain.

Di dukung Serginho, Seedorf atau Rui Costa di musim 2002/2003, dan Serginho, Seedorf, Kaka, di musim 2006/2007, Gattuso menjadi bagian penting AC Milan dalam merebut dua gelar Liga Champion.

Bukan hanya gelar ‘Si Kuping Besar’, bersama AC Milan Gennaro Gattuso juga sukses merebut 2 kali Serie A, 1 kali Piala Italia, 2 kali Piala Super Italia, dan 1 kali Piala Dunia Antar Klub.

Gennaro Gattuso dan Timnas


Bagi pria kelahiran Calabro 1978, Timnas Italia bukanlah tempat yang asing. Ia mendapatkannya sejak usianya belum menginjak 18 tahun.

Si Badak adalah anggota timnas Italia di bawah 18 tahun, pada 1995-1996. Ia juga anggota Gli Azzuri saat merebut Piala Eropa dibawah 21 tahun. Ia pun menjadi anggota timnas Italia U 23 di Olimpiade Australia tahun 2000, mereka hanya tembus babak 8 besar kala itu.

Di leve senior, karir Gattuso memang tak secemerlang Daniell De Rossi atau Franseco Totti, ia kerap menjadi cadangan.

Sosok yang akrab dengan nomor 8 itu hanya mampu bermain sekitar 70 an kali untuk timnas.

Meski begitu, ia tetap menjadi bagian penting Gli Azzuri saat merebut Piala Dunia 2006 yang diwarnai tandukan Zidane pada Materazzi.

Fans Bagi Si Badak


Mungkin kita jarang melihat seorang pemain yang juga kerap menjadi dirijen bagi supporternya di pinggir lapangan.

Gattuso punya kelebihan itu, beberapa kali ia meminta fans untuk terus bersemangat dan meyoraki pemain Milan, baik saat tertekan maupun tertinggal.

Jarang ada pemain berkarakter seperti pria ini, ia adalah penular semangat bukna hanya bagi rekan se tim, tapi juga bagi suporter yang ada di pinggir lapangan.

Saat suporter lemah karena timnya kalah, Gattuso akan membuat mereka semangat kembali untuk tidak menyerah sebelum peluit panjang di tiup wasit. (red)

 

Editor: admin

Tags

Terkini

X