• Minggu, 24 Oktober 2021

Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer dan Class of 92

- Jumat, 10 Juli 2020 | 14:08 WIB
ole gunnar solskjaer
ole gunnar solskjaer

 

 

BantenTribun- Camp Nou Stadion menggema, riuh gemuruh dua suporter klub terbaik saat itu terdengar bak auman Singa, seolah mereka menjadi dua tim lain yang bertarung dalam arena berbeda.

Kedua suporter itu berasal dari Jerman dan Inggris, mendukung dua tim yang bertarung di Liga Champion 1998/1999, Manchester United vs Bayern Muenchen.

Supporter Dier Roten bahagia lebih dulu, Tendangan Bebas Mario Bassler melengkung rendah ke pojok kiri menembus gawang Peter Schmeichel. Muenchen unggul saat laga belum genap 10 menit.

Setan Merah cemas, apalagi tak ada Paul Scholes dan sang kapten Roy Keane di lini tengah. Serangan menjadi hampa, kurang meledak. Aliran bola untuk Andy Cole pun seolah terhambat.

 

Sebaliknya, armada Ottmar Hitzfeld tampil trengginas di depan, rapih di belakang. Organisasi pertahanan Muenchen bak barisan Panzer yang siap menghadang siapapun pemain United yang hendak ke kotak terlarang.T ak ada lagi gol tercipta di babak pertama. Muenchen masih unggul 1-0.

Babak kedua situasi sedikit berbeda, kedua tim silih berganti menyerang. Blomqvist ditukar Ferguson dengan Teddy Sheringham berharap lini depan lebih tajam.

Sementara Muenchen menurunkan Mehmet Scholls, memperbaiki performa lini tengah, dan meringankan beban Stefan Effenberg.

Manchester United makin galau, Andy Cole pun ditarik Fergie, dan sang Super Sub yang kini jadi pelatih klub itu Ole Gunnar Solskjaer dimainkan.

Halaman:

Editor: admin

Tags

Terkini

X