• Sabtu, 25 September 2021

Awas, Kirim Stiker Porno Via WA bisa Kena Pasal UU ITE dan Pronografi

- Senin, 27 April 2020 | 21:53 WIB
stiker porno
stiker porno


Menanggapi maraknya stiker porno via WA, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengatakan pelanggaran asusila bisa ditindak sesuai hukum yang berlaku.

BantenTribun- Stiker Whatsapp (WA) menjadi daya tarik tersendiri untuk meningkatkan keseruan dalam chat, baik group ataupun personal. Hanya saja sering kita temui banyak stiker-stiker yang tidak layak dikirim oleh pengguna ke pengguna WA lainnya, alih-alih bikin seru, bisa repot jika dilihat oleh yang tidak patut melihat, anak-anak misalnya.

Menanggapi maraknya stiker porno via WA, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengatakan pelanggaran asusila bisa ditindak sesuai hukum yang berlaku.

Sebagaimana tertulis dalam UU Pornografi, pelaku yang melanggar akan dikenai sanksi pidana penjara paling cepat 6 bulan hingga 12 tahun dan / atau dendan minimal 25 juta, maksimal 6 miliar.

“Jika masuk kategori pronografi, seperti diatur dalam UU Pornografi, pasti melanggar hukum dan masyarakat yang mengetahui hal itu bisa melaporkan ke kami atau polisi.” Ungkap Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika (Dirjen Aptika) Kominfo Samuel Abrijani (Senin (27/4).

Sementara Direktur ICT Institute, Heri Sutadi memiliki persepsi lain terkait pelanggaran stiker porno di WA. Ia menyatakan pornografi hingga kini mengalami multi tafsir, tergantung apa tafsirnya, karena konten baik gambar atau video bisa beda penafsiran satu sama lain.

“Tafsiran pronografi cukup luas, kemungkinan setiap orang beda dalam mendefinisikannya,oleh karenanya terkait konten stiker Whatsapp perlu dilihat juga kontennya seperti apa.” ungkap Heri.

Nabilah Saputri, bagian dari Divisi Akses Informasi Online Safenet mengatakan, bila merujuk pada UU Pornografi, penyebarluasan stiker vulga bisa dianggap melawan hukum.

“Karena apa? Pelaku mendistribusikan, memamerkan dan hal lainnya supaya dikenal luas. Bahkan memikili saja sudah termasuk pidana," katanya. Apabila penyebarluasan stiker vulgar di WhatsApp tersebut kejadiannya tergolong lex specialis, karena mendistribusikannya lewat layanan elektronik, maka akan sumir. "Namun, karena melanggar kesusilaan, adab dan kebiasaan masyarakat, hukuman yang tepat yakni dari masyarakat," ujar Nabillah. (red)

 

Editor: admin

Tags

Terkini

X