• Rabu, 19 Januari 2022

Soal Pemberitaan Potensi Tsunami 8 Meter Saat Nataru di Cilegon, BMKG Beri Penjelasan Begini

- Jumat, 3 Desember 2021 | 09:51 WIB
BMKG beri penjelasan terkait ramainya pemberitaan  potensi tsunami Cilegon
BMKG beri penjelasan terkait ramainya pemberitaan potensi tsunami Cilegon

BantenTribun— Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), menyampaikan informasi terkait ramainya pemberitaan potensi tsunami Cilegon setinggi 8 meter saat Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2021. 

Melalui unggahan twitter resminya yang diposting pada Kamis, 2 Desember 2021, @infohumas, BMKG jelaskan jika pihaknya tidak bermaksud memberikan prediksi bahwa akan terjadi tsunami selama Natal dan Tahun Baru 2021.

BMKG menyebut Cilegon hanya sebagai contoh saja, karena daerah ini termasuk salah satu wilayah yang rawan dan memiliki potensi tsunami seperti halnya  wilayah lain di Indonesia.

Menurut BMKG, gempa bumi dan tsunami dapat terjadi kapan saja, namun tidak dapat dipastikan atau diprediksi dengan tepat kapan waktunya terjadi.

Baca Juga: Hindari Jadi Orang Tua Toxic, Apa Saja Ciri-cirinya? Salah Satunya Suka Beberkan Pengorbanannya Untuk Anak

Dalam katalog tsunami BMKG, menunjukkan jika di wilayah Indonesia sejak tahun 1608 sudah terjaditsunami lebih dari 246 kali, sehingga kita semua patut waspada.

Sebelumnya memang ramai pemberitaan di media sosial, ramai unggahan soal pernyataan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati terkait potensi bencana yang dapat terjadi di Indonesia pada saat libur Natal dan Tahun Baru.

Tanggapan beragam datang dari warganet yang menganggap bahwa hal tersebut tak lebih dari akal-akalan BMKG semata, termasuk anggapan yang disampaikan Kepala BMKG itu memiliki maksud agar masyarakat tak bepergian saat Nataru.***

Editor: Kamim Rohener

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sejarah Gempa Tsunami Selat Sunda

Jumat, 14 Januari 2022 | 21:53 WIB
X