• Minggu, 24 Oktober 2021

Baritan di Sumur Tambi Gede dalam Mapag Sri yang tak Pernah Mati

- Jumat, 21 Mei 2021 | 19:12 WIB
Perempuan Desa Tambi, mengumpulkan tumpeng dalam bakul dalam acara baritan Mapag Sri
Perempuan Desa Tambi, mengumpulkan tumpeng dalam bakul dalam acara baritan Mapag Sri

Acara Baritan  di Sumur Tambi, dilakukan setelah acara Mapag Sri, sebuah tradisi budaya masyarakat lokal sebagai wujud syukur atas datangnya panen padi.

BantenTribun-- Prosesi ini menjadi salah satu tradisi budaya masyarakat Desa Tambi Kecamatan Sliyeg ini bisa jadi tak pernah mati tergerus zaman.

Baritan di Sumur Tambi Gede, merupakan wujud syukur  masyarakat setempat atas datangnya musim panen padi . Mapag Sri dalam bahasa Jawa halus mengandung arti menjemput padi.

Baritan menjadi satu rangkaian acara dalam Mapag Sri di Balai Desa ini, juga biasanya dibarengi  dengan beragam hiburan.

Baca Juga: Kebutuhan Pegawai ASN untuk Pandeglang Sudah Ditetapkan Kemenpan RB, Calon Pelamar Harap Bersiap

“Acara itu seharusnya digelar pada bulan puasa kemarin. Selain itu karena pandemic, rangkaian prosesi juga diadakan sederhana dan meniadakan hiburan seperti pentas Wayang Kulit yang kerap menampilkan cerita asal-usul padi,” terang Maryam, warga Desa Tambi, kepada BantenTribun, Jumat,21 Mei 2021.

Dikatakan Maryam, tahun ini acara Baritan dalam Mapag Sri di desanya hanya mengadakan Doa dan Tahlilan bersama, tanpa hiburan.

Masyarakat kompak menghadiri acara tersebut dengan membawa tumpeng dan panggang ayam atau beras dalam wadah bakul.

Meskipun penyelenggaraan Baritan dan Mapag Sri tahun ini terlihat lebih sepi, namun, Kepala Desa atau Kuwu dan perangkat desa lainnya wajib hadir.

Halaman:

Editor: Kamim Rohener

Tags

Terkini

7 Kota di Indonesia yang Dijuluki Kota Santri

Jumat, 22 Oktober 2021 | 09:59 WIB
X