• Sabtu, 4 Desember 2021

Begini Cara Pinjol Ilegal Sadap Data Nomor Kontak Nasabahnya, Jangan Langsung Klik

- Sabtu, 23 Oktober 2021 | 12:50 WIB
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus.  (@pmjnews.)
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus. (@pmjnews.)

BantenTribun—Nasabah korban perusahaan yang terjebak dalam pinjaman online atau pinjol ilegal, sering diteror dan diancam.

Banyak masyarakat yang mengeluhkan bahkan stres hingga ada yang bunuh diri gegara malu akibat terror dan ancaman dari pinjol tersebut.

Selain bunga pinjaman yang membengkak dalam hitungan hari, pinjol illegal juga menggunakan cara-cara penagihan dengan menghubungi nomor-nomor kontak yang terhubung dengan nasabah.

Perusahaan pinjaman online (pinjol) kerap melakukan penyadapan untuk mengambil seluruh data atau nomor kontak milik nasabah.

Baca Juga: Sukmawati Soekarnoputri Pindah Agama, Mengikuti Keyakinan Anutan Eyangnya

Inilah yang kemudian digunakan untuk melakukan teror atau ancaman penagihan.

Dirkrimsus Polda Metro Jaya, Kombes Pol Auliansyah Lubis menyampaikan modus ambil alih data kontak ini seringkali tak disadari calon nasabah saat hendak mengajukan pinjaman. 

Biasanya dalam proses pengajuan pinjaman, perusahaan pinjol akan mengirimkan permohonan pengaksesan data.

"Kadang masyarakat nggak baca sehingga ada tulisan kemudian langsung klik yes atau ok. Di sinilah terserap kontak dari nasabah. Sehingga akhirnya mereka memiliki nomor-nomor melalui aplikasi pinjol tersebut," kata Auliansyah kepada wartawan, Jumat 22 Oktober 2021, dikutip dari pmjnews.

Halaman:

Editor: Kamim Rohener

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X